Bengkulu Ekpress-Kamis, 27 Mei 2010
Untuk tingkat kabupaten, Lebong satu-satunya. Kita sudah menandatangani kontrak seluas 140 ribu hektar dengan nilai $ 4 US per ton. Hutan Lebong kini menghasilkan carbon 13 ton per hektarnya. Jadi kalikan saja berapa harga jual carbon yang dihasilkan hutan kita setiap tahunnya.
Dan itu semua akan digunakan untuk kepentingan rakyat Lebong, kata bupati. Sebagai bukti keseriusan kerja sama itu, pihak Carbon Conservation Pte Ltd yang diwakili lawyer-nya, Mr Ralfh Strable, bersedia datang ke Lebong bersama belasan rombongan. Kedatangan mereka juga didampingi Artha Suaka Foundation, yakni lembaga non pemerintah yang membantu Pemkab mendukung kerja sama itu. Read More: Lebong Teken MoU Penjualan Karbon |
Untuk tingkat kabupaten, Lebong satu-satunya. Kita sudah menandatangani kontrak seluas 140 ribu hektar dengan nilai $ 4 US per ton. Hutan Lebong kini menghasilkan carbon 13 ton per hektarnya. Jadi kalikan saja berapa harga jual carbon yang dihasilkan hutan kita setiap tahunnya.
REDD (Reducing Emissions From Deforestations And Degradation Indeveloping Countries) Pengurangan Emisi Dari Deforestasi Dan Degradasi Di Negara Berkembang adalah merupakan salah satu skema mitigasi perubahan iklim disektor kehutanan, diharapkan mampu menjembatani mekanisme pembangunan bersih atau clean development mechanism (CDM), Join Implementation (JI), carbon trade sehingga di harapkan mampu untuk mereduksi emisi dari aktifitas industri, deforestasi dan degradasi Hutan.
Dalam sejarah konsep 3G yang dihamparkan oleh kaum kolonialis dahulu kala dalam mengekspansi kekuasaan hingga mampu mengkooptasi kekuasaan ditingkat paling rendah sekalipun didaerah jajahan adalah dengan gold, glori dan gospel,atau glori gospel dan gold,atau, gospel glori dan gold. Pola 3G ini dalam kurun waktu perkembangans sejarah suatu bangsa jajahan hingga suatu bangsa dapat merdeka sekalipun tetap menimbulkan bekas yang mendalam, yang sekali kalau boleh diulang adalah menghantam kekuasaan terkecil suatu bangsa yaitu kekuasaan individu, yang tentunya berhubungan dengan cara berpikir,cara membangun basis ekonomi,Dll. sampai pada tingkatan terbesar adalah cara mengelola negara. Dampak dari bekas negara terjajah ini semestinya harus cepat disembuhkan,tentunya ukuran cepat ini tergantung dari indikasi-indikasi tertentu yang telah dipatok oleh suatu bangsa,oleh suatu individu-individu yang sadar. Maka tidaklah cepat dan tepat bisa kita tentukan disini kiranya sampai pada batas mana suatu bekas bangsa jajahan mau lepas dan menetapkan indikasi telah sembuh total dari dampak 3G diatas.
‘Ibarat SMS pesannya telah terkirim’ Demikian ungkap salah satu Bapak yang hadir dalam diskusi tentang Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang dilaksanakan Akar di Desa Bajok. 